Anugerah Pegiat-Pelestari Budaya bagi Romo Sindhunata SJ

Anugerah Pegiat-Pelestari Budaya bagi Romo Sindhunata SJ

Sahabat, hari-hari ini Yesuit Indonesia turut bergembira atas penghargaan anugerah kebudayaan yang diterima Romo Sindhunata. Berikut liputan singkat dari Yogyakarta.

Romo Gabriel Possenti Sindhunata SJ pada 22 Agustus 2016 memperoleh penghargaan dari Pemerintah Daerah DIY.  Bersama dengan para penerima anugerah budaya lainnya, dengan mengenakan pakaian adat Jawa gaya Yogyakarta, Romo Sindhu mendapat penghargaan yang diberikan langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di Kompleks Kepatihan (kompleks Kantor Gubernur DIY).

Acara ini diselenggarakan setiap tahun oleh Dinas Kebudayaan DIY. Tahun ini, terdapat 15 penerima penghargaan. Penghargaan ini meliputi 3 kategori: Pelestari Adat dan Tradisi, Seniman dan Budayawan, dan Pelestari Warisan Budaya.

Sebelum penghargaan diberikan kepada para pelaku budaya atau yang mewakili, para undangan yang jumlahnya lebih dari 200 orang, disuguhi film profil singkat dari masing-masing penerima. Acara yang berlangsung dari pukul 19.30—21.30 berlangsung sederhana dan khidmat. Penghargaan kepada para pelaku budaya DIY ini rutin diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 1981. Yesuit lain yang pernah menerima penghargaan ini ialah P.J. Zoetmulder, SJ (1985) untuk bidang sastra Jawa Kuno dan P. Dick Hartoko SJ (1988) untuk bidang sastra. Pada 2010, Gereja St. Antonius Padua, Kotabaru juga pernah menerima penghargaan kategori pelestari warisan budaya.

Penghargaan Anugerah Budaya diberikan kepada pelaku budaya di DIY, karena merekalah yang menjaga kekayaan dan kehidupan budaya di Yogyakarta sehingga menguatkan karakteristik Yogyakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan yang penting di Indonesia.

Romo Sindhu, yang saat ini masih aktif sebagai ketua Yayasan Basis, terpilih sebagai salah satu penerima anugerah karena berjasa mengembangkan kesusasteraan Jawa lewat aneka tulisannya. Demikian pula ia dikenal luas di kalangan seniman dan budayawan di DIY dan secara nasional. Karyanya yang terkenal di antaranya novel klasik Anak Bajang Menggiring Angin, puisi Air Kata-kata, Injil Papat, Putri Cina, Serial Bharatayuda, Aburing Kupu-kupu Kuning, dan Nderek Sang Dewi Ing Ereng-erenging Redi Merapi, dan masih banyak lagi. Di samping berkarya di Yayasan Basis, budayawan kelahiran Batu, Malang, ini dipercaya menjadi kurator Bentara Budaya Yogyakarta.
Keluarga Romo Sindhu, beberapa staf Yayasan Basis, dan Rm Bagus, Diakon Tama, Fr Surya, dan Br Suprih dari Kolsani, turut hadir bersama dalam acara malam hari ini.

Proficiat kepada Romo Sindhunata! Semoga muncul Romo Sindhu-Romo Sindhu muda di kalangan Yesuit Indonesia!

Berita di Kompas, Selasa 23 Agustus 2016
Berita di Kompas, Selasa 23 Agustus 2016

Berikut ini nama penerima penghargaan 2016

Kategori Pelestari Adat dan Tradisi:

  • R Ng Noto Pandoyo (Bong Supit Bogem)
  • Ki Sungkowo Harumbrodjo (Empu Keris)
  • Upacara adat Tunggul Wulung, Minggir, Sleman
  • Upacara adat Nguras Enceh, Imogiri, Bantul
  • Paguyuban Sekar Jagad (Batik), Yogyakarta

Kategori Seniman dan Budayawan:

  • Emha Ainun Nadjib /Cak Nun (Sastra)
  • Dr GP Sindhunata, SJ (Sastra)
  • Drs RM Singgih Sanjaya, MHum (Musik)
  • Soenarto Prawirohardjono (Seni Rupa)
  • Yosep Anggi Noen (Film)

Kategori Pelestari Cagar Budaya:

  • Bangunan Rumah Tradisional Jawa (Girikerto, Turi, Sleman)
  • Bangunan Rumah Indis (Jl I Dewa Nyoman Oka 7, Kotabaru)
  • Situs Lawang Pethuk (Alun-alun, Purbayan, Kotagede)
  • Bangunan Sewokoprojo / “Kabupaten Lama” (Purbosari, Wonosari )
  • Rumah KAI Kawasan Pengok (Demangan, Gondokusuman, Yogyakarta)
aneka rangkaian acara anugerah budaya 2016
aneka rangkaian acara anugerah budaya 2016