Apa itu Kongregasi Jenderal Serikat Yesus?

Apa itu Kongregasi Jenderal Serikat Yesus?

Awal Oktober ini, para wakil Yesuit dari pelbagai negara berkumpul di Roma. Mereka sedang mengikuti sebuah muktamar penting bernama Kongregasi Jenderal (General Congregation). Apa itu KJ, bagaimana sejarahnya, seperti apa KJ – KJ terakhir? Mari kita simak tulisan ini.

 

Kongregasi Jenderal (berikutnya disingkat KJ) adalah kekuasaan tertinggi, badan pemerintahan utama, dalam Serikat Yesus. KJ juga merupakan peristiwa yang paling mewakili Serikat dalam membangun pengertian terhadap diri sendiri, hidup, dan perutusan di dalam konteks Konstitusi, sejarah, spiritualitas, dan dunia tempat kita melayani Tuhan.
Secara esensial, KJ menghubungkan dua tujuan: pertama, untuk memilih pater jenderal yang baru apabila jenderal sebelumnya meningal atau minta mengundurkan diri; kedua, untuk menyelesaikan perkara penting dalam hidup Serikat.
Apabila ditilik dari jauh, cikal bakal KJ adalah pengalaman dasariah sepuluh orang pendiri Serikat Yesus. Nama dan tempat asal mereka adalah sebagai berikut: Ignasius Loyola, Fransiskus Xaverius, Diégo Laínez, Alfonsus Salmerón, dan Nicolas Bobadilla (Spanyol); Simon Rodrigues (Portugal); Paschase Broët dan Jean Codure (Perancis); Petrus Faber dan Claude le Jay (Savoya). Semuanya adalah para Yesuit perdana, lulusan Universitas Paris.

Konstitusi Serikat Yesus (UUD-nya SJ), khususnya bagian VIII, adalah sumber informasi utama mengenai KJ; misalnya alasan KJ, keanggotaan KJ, tempat dan waktu pertemuan, dan tatacara membuat keputusan. Berdasarkan dasar tersebut, dari KJ ke KJ diuraikan dan secara bertahap rincian formulae atau tata cara pelaksanaan. Mengenai kapan pelaksanaan KJ, Konstitusi menyatakan bahwa “sekarang ini dalam Tuhan tampakya tidak tepat mengadakannya pada waktu-waktu tertentu atau sering kali sehingga Serikat tidak pernah menentukan waktunya; akan tetapi beberapa tahun
pada abad-abad yang telah lalu, Takhta Suci menetapkan agar KJ dilaksanakan selang waktu sembilan tahun. Praktik zaman sekarang adalah bahwa KJ dilaksanakan untuk memilih pater jenderal yang baru; dengan tambahan bahwa jenderal boleh memohon agar para Yesuit menanggapi perkara penting bagi seluruh Serikat setiap empat tahun sekali untuk menentukan apakah Serikat perlu mengadakan KJ. Berikut ini gambaran sekilas KJ sejak KJ 31-35:

KJ 31 pada tahun 1965-1966 berlangsung dalam konteks dan atmosfer KV II. Yang paling tidak lazim, KJ diperluas sampai dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada musim semi dan musim panas 1965 pada saat KV sedang mempersiapkan sidang keempat. Sesi kedua dilaksanakan pada musim gugur 1966, satu tahun pasca penutupan KV II. KJ memilih pemimpin umum, yaitu Pater Pedro Arrupe, S.J. Ia merupakan orang Bask, Spanyol yang bertugas sebagai misionaris di Jepang. Saat dipilih, ia menjabat sebagai Provinsial Jepang.

KJ 32 (1974-1975) menegaskan hasil dari KJ sebelumnya dan dalam menjawab “banyak permintaan dari semua bagian Serikat agar mengenai tugas perutusan kita di masa sekarang… menanggapi sebagai berikut: Tugas perutusan Serikat Yesus di masa sekarang ini adalah pelayanan iman, di mana tugas penegakan keadilan merupakan salah satu keharusan mutlak, sebab pemulihan hubungan antara manusia merupakan syarat untuk pemulihan hubungan baik dengan Tuhan.”

KJ 33 dimulai pada 2 September 1983. Sejak tahun 1980 Pater Arrupe memberitahukan kepada Paus Yohanes Paulus II mengenai rencana pengunduran diri sebagai Jenderal dikarenakan usianya yang sudah lanjut. Pada tanggal 13 September 1983, pada pemilihan putaran pertama, terpilihlah P. Peter-Hans Kolvenbach, S.J, seorang Belanda, pakar linguistik, sebagai superior Jenderal Serikat. Bapa Suci Paus Fransiskus yang bernama asli Jorge Mario Bergoglio, SJ, Provinsial Argentina, merupakan peserta KJ 32 dan 33.

Pada 8 September 1993, Pater Jenderal menulis sebuah surat yang berisi “perkembangan persiapan jangka panjang KJ 34, yang sudah akan dilaksanakan pada paruh kedua 1993 sehingga nantinya KJ dapat dimulai pada paruh pertama tahun 1995.” Di sela waktu tersebut, ketika akan diadakan sinode para uskup mengenai hidup bakti, Serikat pun akan mengadakan simposium mengenai panggilan
dan perutusan bruder Yesuit. 5 Januari 1995 KJ dimulai. Pada 22 Maret 1995, KJ berakhir dan diakhiri dengan ekaristi penutup di gereja induk Serikat Yesus di Roma.

KJ 35 dimulai pada 7 Januari 2008. Situasi yang melatarbelakanginya adalah permohonan P. Kolvenbach agar Kongregasi menerima pengunduran dirinya dan kemudian memilih pemimpin umum yang baru. Setelah empat hari berkanjang dalam doa, refleksi, dan berdiskusi satu demi satu di antara delegat, pada tanggal 19 Januari Kongregasi memilih P. Adolfo Nicolás, S.J. sebagai pemimpin umum Serikat Yesus. Ia merupakan orang Spanyol, masuk menjadi anggota Serikat pada 1953, bertugas di Jepang sejak tahun 1960. Setelah menerima tahbisan imamat dan menyelesaikan studi, ia kembali ke Jepang dan menjadi pengajar teologi sistematik di Tokyo. Tanggung jawab yang diembannya pun susul-menyusul: ia dipanggil untuk melayani sebagai Direktur East Asian Pastoral Institute di Manila, rektor para Yesuit Internasional yang belajar teologi di Manila, Provinsial Jepang, bekerja di kalangan imigran miskin di Tokyo, dan pada 2004 menjadi presiden konferensi para Provinsial di Asistensi Yesuit Asia Timur (JCAP).

 

Berita dan update tentang KJ 36 dapat dilihat pada situs resmi dengan klik: http://gc36.org/
Video resmi KJ 36 dapat ditonton via Youtube dengan klik:  CPRO Rome (Official Channel of the General Curia of the Society of Jesus (Jesuits))
gc-frgenerals-infographic-english

Paus Fransiskus dan Romo Jenderal Adolfo Nicolas SJ
Paus Fransiskus dan Romo Jenderal Adolfo Nicolás SJ

 

Surya Awangga, SJ

disarikan dari: Jesuit Life & Mission Today: The Decrees & Accompanying Documents of the 31st-35th General Congregation of the Society of Jesus, John W. Padberg, S.J. (ed.), (Saint Louis: The Institute of Jesuit Sources, 2009).