Apa itu Formula Institusi Serikat Yesus?

Apa itu Formula Institusi Serikat Yesus?

Jika kita perhatikan, dalam sebuah negara merdeka selalu terdapat deklarasi pendirian atau kemerdekaan. Di Indonesia, kita mengenal Pembukaan UUD 1945 yang berisikan dasar, alasan, agenda pendirian NKRI. Dalam pendirian sebuah Yayasan, selalu ada nota pendirian yang disahkan oleh Notaris atau pejabat berwenang. Dalam Dokumen itu, pasti tertulis hal-hal pokok mengenai yayasan.

Serikat Yesus sebagai sebuah “lembaga”  pun memiliki akta pendirian yang disahkan Takhta Suci. Yesuit mengenal suatu dokumen awal yang ditulis oleh St Ignatius dan berisikan aturan dasar, struktur, dan identitas Serikat Yesus. Dokumen ini dikenal dengan nama FORMULA INSTITUSI (FI).

 

Latar belakang FI

FI berangkat dari keinginan 10 orang sahabat untuk hidup bersama sebagai kelompok. Proses pembicaraan bersama tersebut disebut sebagai “las deliberaciones de los primeros padres” (Lat. deliberatio primorum patrum). Deliberasi diadakan pada tahun 1539.

Dua pertanyaan pokok yang dibahas ialah:

1) lebih baik terus bersatu membentuk kelompok atau tidak?

2) apakah akan berkaul taat kepada salah satu anggota yang terpilih menjadi superior atau tidak? Hasil pembicaraan tersebut dituliskan dalam Determinationes Societatis. Proses berikutnya ialah menandatangani Quinque Capitula (Ind. Lima Bab). Quinque Capitula adalah dokumen yang merumuskan deskripsi kanonik serikat dan cara hidupnya (Formula vitae) yang dipresentasikan kepada Paus.

Kenapa mengabdi Gereja?

Ada dua pokok mengapa Ignasius akhirnya sampai kepada Paus. Pertama, dalam renungannya akan kata-kata St. Paulus mengenai tubuh Kristus yang adalah Gereja, ia sadar bahwa Kristus itu hadir dan dilayani dalam diri mempelai-Nya saja. Kedua, situasi Gereja yang menyedihkan pada masa itu dan dampak Reformasi. Bagi jiwa Ignasius yang bermurah hati, kesulitan demikian itu tidaklah sedemikian menghalanginya.

Paus Paulus III memberikan pengesahan atas berdirinya Serikat Yesus
Paus Paulus III memberikan pengesahan atas berdirinya Serikat Yesus

Proses Pengajuan FI

Pada awal Juli 1539, Kardinal Gaspare Contarini memberikan draft pendirian Serikat kepada Paulus III. Paus memberikan lima bab naskah ini kepada Dominikan Tomasso Badia (teolog resmi takhta suci/ High Chamberlain/ Magistrum Sacri Palatii) untuk diperiksa. Paulus III memberikan persetujuan pendirian Serikat Yesus secara lisan (vivae vocis oraculo).

“Jemari Allah ada di sini” (Digitus Dei est hic !) adalah kalimatnya yang ia ucapkan di Tivoli pada 3 September 1539 ketika “Formula Institusi” dibacakan kepadanya. Setahun kemudian, ia mengeluarkan bulla pertama yang menetapkan pendirian Ordo Serikat Yesus. Dengan empat bulla dan tiga surat apostolik, ia menganugerahkan bentuk yuridis baru dan anugerah rohani kepada Serikat. Ia memberikan Gereja Santa Maria della Strada di Roma. Dokumen persetujuan lisan “Cum ex Plurium” dikeluarkan pada tanggal 3 September 1539, sementara bulla pendirian baru dikeluarkan Paus pada tanggal 27 September 1540.

Formula diajukan kepada Paus dan menjadi dokumen kepausan ketika dirangkumkan menjadi bulla Regimini Militantis Ecclesiae 27 September 1540. Bulla diresmikan Paus dari Palazzo di San Marco di Piazza Venezia. Sejak itulah, FI dianggap seagai Aturan Dasar ordo yang memuat seluruh intisari hukumnya. Formula Institusi ini menjadi dasar berdirinya Serikat Yesus dan memiliki bobot kelahiran yang sama dengan formula kelahiran ordo-ordo religius tua yang memuat isi seperti nama tarekat, tujuan, ketiga kaul hidup bakti, kaul ketaatan kepada perutusan bapa suci, penerimaan para novis, formasi para novis, formasi, dan pemeliharaan skolastik, susunan konstitusi.

Pada Maret 1542, primi patres mengeditnya kembali dan 1550 diserahkan kepada Paus kepada Julius III untuk mendapatkan pengesahan. Persetujuannya diberikan dalam bulla Exposcit debitum.

Terdapat beberapa pokok Exposcit debitum, yakni:

  1. Pengukuhan atas persetujuan dari Paulus III
  2. Penegasan beberapa privilese Serkat:
  3. Penghilangan pembatasan anggota profess hingga 60 orang
  4. Pembedaan koajutor rohani dan koajutor jasmani
  5. Pengukuhan priviliese istimewa dari Paulus III
  6. Penjelasan beberapa pokok yang menimbulkan keraguan

Setelah itu, rumusan FI tidak pernah mengalami perubahan hingga sekarang.

 

Dalam kacamata Kitab Hukum Kanonik, FI menunjuk kepada “hakikat, tujuan, semangat, dan kekhasan” yang didasarkan pada prinsip injili serta praktik hidup serta kebiasaan pendiri. KHK menganjurkan agar Anggaran Dasar dipelihara dengan setia. Institusi ialah kontrak antara anggota dengan mereka sendiri dan di antara kelompok itu dan dengan otoritas Gereja. Maka, formula institusi adalah perjanjian yang bersifat spiritual. Antara karisma spiritual dengan perkara yuridis tidak terpisahkan.

 

Surya Awangga, SJ

diolah dari Pierre Jacob, SJ, Maurice Dullard, SJ, The Inspirational Sources of Our Jesuit Charism, Anand: Gujarat Sahitya Prakash, 2003.