St Yusuf: Pelindung Serikat Yesus?

St Yusuf: Pelindung Serikat Yesus?
Another beautiful option of this mysterious and beautiful devotion given to us from Pope Francis. St. Joseph is resting on what looks to be a traveling bag. A round halo with flora-like designs adorns the head of St. Joseph as he rests. 
Another beautiful option of this mysterious and beautiful devotion given to us from Pope Francis. St. Joseph is resting on what looks to be a traveling bag. A round halo with flora-like designs adorns the head of St. Joseph as he rests.

oleh Hedwig Lewis, SJ

 

Jika kita melihat Penanggalan khusus Serikat Yesus bulan Maret, kini muncul hari raya ‘baru’ St. Yusuf: Pelindung Serikat Yesus (St. Joseph, spouse of the Blessed Virgin Mary, patron saint of the Society of Jesus). Pesta St. Yusuf, 19 Maret, diresmikan oleh Paus Sixtus IV pada 1481. Paus Leo XIII, pada 1889, menyatakan St. Yusuf sebagai Pelindung Gereja Universal. Banyak pula lembaga Serikat yang tersebar di seluruh dunia yang memakai nama pelindung St. Yusuf.

Serikat Awal

Pada sejarah awal Serikat, devosi kepada St. Yusuf mendapat kedudukan istimewa. Pada kurun 1600-an, Yesuit Prancis memulai misi di antara penduduk pribumi Amerika Utara. Pada 1649, mereka membangun pusat misi di Pulau Kristen (Isle de Saint-Joseph). Beberapa waktu kemudian, St. Yusuf diangkat menjadi pelindung utama Kanada. Misionaris Yesuit di Paraguay pada abad ke-17 juga menyebarluaskan devosi kepada St. Yusuf kepada suku-suku asli. Menurut Life of St. Joseph buah karya Yesuit Meksiko, Joseph Vallejo SJ, devosi kepada St. Yusuf dikembangkan oleh Yesuit di benua Amerika. Ada pula kebiasaan memperingati tanggal 19 setiap bulan demi menghormati St. Yusuf di Mexico City hingga di New Spain. Nama Yusuf kerap dipakai sebagai nama baptis dan penguatan sampai-sampai ketika berjumpa dengan seorang asing ia akan dipanggil “Yusuf”.

St. Yusuf dipandang sebagai model “kematian kudus” (holy death) sejak zaman dahulu sebab kedekatannya dengan Yesus dan Maria. Pada 1648, P. Vincenzo Caraffa, jenderal ketujuh Serikat, mendirikan perkumpulan yang dinamai ‘Bona Mors’ (kematian yang baik/ apik), di Gesú. Perkumpulan ini segera tersebar luas di seluruh Italia. Pada 1733, Pater Jenderal Franz Retz mengangkat St. Yusuf sebagai “pelindung istimewa bagi Serikat Yesus” dan memerintahkan agar semua komunitas Yesuit berdoa khusus pada St. Yusuf setiap hari.

Pada abad ke-18, St. Yusuf dihormati sebagai Santo Pelindung Serikat di banyak Provinsi. Catatan sejarah menyebutkan bahwa setiap kolese Serikat di Spanyol, Prancis, dan Eropa Tengah memiliki sebuah kapel yang diberi nama pelindung St. Yusuf.

Pasca Restorasi

Segera sesudah restorasi Serikat 1814, devosi kepada St Yusuf semakin dikukuhkan dan didokumentasikan. Pada 1816, Paus Pius VII, atas permintaan Serikat menyebarkan lebih luas Ofisi dan Misa kepada santo pelindung, St. Yusuf, kepada seluruh Serikat dan menaikkan tingkatnya menjadi ‘pesta kelas dua’.

Pada abad ke-19, ada kebiasaan di setiap komunitas Yesuit untuk menempakan lukisan St. Yusuf di dekat pintu masuk komunitas, untuk memohon perlindungannya, memohon rahmat kesetiaan hingga wafat sebagai Yesuit, dan membantu berkembangnya panggilan. Pada 1859, Paus Pius IX menaikkan tingkatan liturginya sebagai ‘pesta kelas pertama’ dengan ditambahi Oktaf. Ketika Paus Pius XII, pada 1955, menyatakan pesta ‘St. Yusuf Pekerja’ (1 Mei), Gereja dan Serikat memindahkan pesta pelindungnya dari kalender.

KJ 25 (1906) dekret 7 memberi amanat kepada Serikat untuk “menghormati santo pelindung St. Yusuf pada permulaan pestanya, 21 April 1907”. Pada surat kepada Superior Maior (25 Februari 1907), Pater Jenderal F.X. Wernz merekomendasikan bentuk devosi konkret bagi pribadi dan komunitas Yesuit sebagai persiapan pestanya: novena / triduum dan puncta dalam komunitas.

Ia juga mengemukakan alasan-alasan yang diberikan Kongregasi: (1) Keakraban St. Yusuf dengan Yesus yang bertindak sebagai teladan luar biasa bagi keluarga zaman ini, dan untuk tetap berteguh setia dalam karisma Ignasian. (2) memohon kepadanya, selaku kepala rumah tangga keluarga Nazaret, untuk mempererat ikatan ketaatan suci dan melindungi kita dari bahaya immoralitas zaman ini. (3) berdoa dengan perantaraannya, pelindung setia Yesus, agar kita diberi daya tahan dan bertambahnya panggilan di antara kaum muda, dan bagi ketersediaan subsidi bagi novis. (4) memohon kepada St. Yusuf, penopang hidup sehari-hari Tuhan kita, untuk meringankan beban keuangan atau utang Provinsi dan misi kita.

Jenderal Wlodimir Ledochówski, yang membangun kantor pusat Serikat di Roma pada 1927, menempatkan patung St. Yusuf di taman. Ia memohon dari Paus Pius XI doa indulgensi khusus kepada Yesuit, yang dihunjukkan melalui St. Yusuf, bagi kesetiaan hidup sebagai Yesuit.

Pemakluman Kembali

Bagaimanakah Pesta St. Yusuf kembali mengemuka? Pada tahun 2012, kantor Postulator Jenderal di Roma meminta persetujuan atas kalender liturgi Yesuit baru kepada Kongregasi Ibadah Ilahi dan Tata-tertib Sakramen. Muncullah tugas untuk menyelidiki siapakah santo pelindung Ordo sebelumnya. Beberapa pater Yesuit yang diberi tugas itu tidak siap dan belum memiliki jawaban yang pasti. Marc, asisten postulator memutuskan untuk menyelidiki dokumen-dokumen lama dan menemukan fakta bahwa St. Yusuf adalah pelindung resmi Serikat. St. Yusuf telah diabaikan selama lima puluh tahun ini. Marc berkomentar, “Ini sesuai dengan karakter dari santo paling rendah hati ini, yakni bahwa dia tidak pernah memprotes!” Demikianlah mengapa St. Yusuf kini diperingati kembali sebagai Pelindung Serikat Yesus.

 

 

Diterjemahkan oleh  Surya Awangga SJ dari JIVAN: News and Views of Jesuits in India, Maret 2013