Apa sih Air Ignatius itu?

Apa sih Air Ignatius itu?

Cukup sering saya mendengar bahwa Yesuit dianggap dingin, sombong, sukar memahami kaum perempuan, atau lemah soal pendampingan keluarga. Jangan-jangan, bibitnya ditularkan oleh Ignatius yang ketika mudik ke Loyola “sombong” sekali sampai tidak mau tinggal di rumahnya sendiri. Atau karena Ignatius lebih dikenal sebagai Santo Pelindung veteran dan tentara yang cacat akibat perang? Ah, mbok jangan gitu, itu hanya salah sangka.

Aslinya, dalam catatan sejarah, Ignatius dikenal sangat afektif soal urusan dengan perempuan dan pastoral keluarga. Sampai-sampai, ada buku khusus 612 halaman yang menulis soal Ignatius dan kaum perempuan (lih. St. Ignatius Loyola: Letters to Women, Hugo Rahner, The Crossroad Publishing Company, 2007). Bahkan, dalam karya imamatnya, ia memberikan pastoral pertobatan dan perbaikan moral perempuan yang jatuh dalam lembah dosa, termasuk ibu tanpa suami dan yang kesulitan hidup. Ia juga membangun karya bagi anak-anak perempuan dari pezina yang bertobat agar tidak masuk dalam lingkaran setan di kota Roma (lih. Dalmases, El Padre maestro Ignacio: Breve biografía Ignaciana, 1986).

Tulisan ini sebenarnya hendak memperkenalkan Air Ignatius. Namun, sebelum sampai ke sana, harus diketahui bahwa bahwa dalam sejarah kisah-kisah mukjizat Air Ignatius banyak berhubungan dengan kaum ibu.

Mukjizat Ignatius

Sejak masa hidupnya, murid dan sahabatnya, St Filipus Neri, meramalkan bahwa St Ignatius Loyola akan menjadi santo pelindung untuk calon ibu dan akan memberkati mereka pada kelahiran anak-anak mereka. banyak anugerah dan kesembuhan ajaib tercatat dengan perantaraan Ignatius. Ketika Ignatius dinobatkan sebagai santo (80 tahun sesudah wafatnya), sudah tercatat resmi lebih dari 200 mukjizat dan terakabulnya doa dengan perantaraannya. Kisah tertua dicatat di Burgos, Spanyol pada 1599. Ada juga banyak pasutri yang sukar memperoleh anak, ibu yang mengalami kesulitan bersalin, dan kemudian dikaruniai anak secara normal. Berkat novena kepada St. Ignatius dan memakai Air Ignatius, mereka diberkati dan menjadi ibu-bapak yang berbahagia karena dikaruniai anak yang sehat dan baik.

Di Brescia, Italia Utara, pada Agustus 1906 terjadi penyembuhan sakit kanker di perut seorang ibu. Pada 1931, seorang ibu yang mengalami kesulitan melahirkan dan sudah bersiap melaksanakan pembedahan mengalami mukjizat bersalin dengan normal. Di Maastricht, pada 1920, pasutri yang lama tidak dikaruniai anak atas nasihat pater Yesuit memulai  novena St Ignatius dan sembilan bulan kemudian pasutri itu dikaruniai anak.

Air Suci St. Ignatius

Pernah lihat pemberkatan Air Ignatius? Ya jelas lah… Ya iyalah! Terakhir kali pemberkatan massal air Ignatius diadakan pada Hari Raya St. Ignatius, 31 Juli 2016 lalu di Gereja St Antonius Kotabaru, Yogyakarta. Sebelum akhir misa, Romo Henk van Opzeeland, SJ, memberikan pemberkatan air St Ignatius. Uniknya, yang mengambil air bukan hanya ibu-ibu tetapi anak-anak, remaja putra, bahkan bapak-bapak!

Romo Henk memberkati air didampingi pastor paroki Kotabaru pada HR St Ignatius 31 Juli 2016

Apa arti penting dari berkat ini? Berkat ini menyerukan perantaraan Santo Ignatius untuk penyembuhan semua orang yang minum air ini. Imam mencelupkan Medali St Ignatius dalam air sambil memberikan berkat. Penggalan doa pemberkatan ini ialah:

“..sudilah kiranya berkenan menolong kami dalam memuliakan nama-Mu supaya dengan perantaraan St. Ignatius, saksi-Mu, para hamba-Mu kaulepaskan dari penyakit, dan memperoleh kesehatannya kembali…”

Air suci St. Ignatius bukanlah sihir. Air ini juga sama sekali bukan minuman instan pengudusan. Akan tetapi, ketika seseorang meminum air ini dengan iman, air dapat bertindak sebagai sarana Allahj untuk memberikan pertobatan jiwa atau penyembuhan tubuh dan hati. Dan, apabila DIA berkenan, akan memberikan mukjizat-Nya kepada yang memohonnya. Dalam kerangka sakramen-sakramen Gereja, air Ignatius ialah suatu sakramentali. Sakramentali itu menandakan karunia-karunia, terutama yang bersifat rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Sakramentali tidak memberi rahmat Roh Kudus seperti dibuat Sakramen, tetapi hanya mempersiapkan oleh doa Gereja, supaya menerima rahmat dan bekerja sama dengannya. Yang termasuk sakramentali pada tempat pertama ialah pemberkatan (orang, benda, tempat, atau makanan). Tiap pemberkatan adalah pujian kepada Allah dan doa meminta anugerah-anugerah. Di dalam Kristus, orang-orang Knsten “telah dikaruniai dengan segala berkat rohani” (Ef 1:3). Karena itu Gereja, apabila ia memberi berkat, menyerukan nama Yesus dan sementara itu biasanya membuat tanda salib Kristus (KGK 1667-1771).

Cara Meminta Pertolongan

  1. Pertama dan terutama harus dimulai dengan iman kepercayaan.
  2. Anda harus meminta pertolongan St Ignatius misalnya berdoa novena.
  3. Pakailah dengan hormat 1 atau 2 kali sehari Air Ignatius yang sudah diberkati. Air diminumkan pada si sakit atau dioleskan pada bagian badan yang sakit.
  4. Secara khusus perlu diingat bahwa cara paling baik mendapat anugerah istimewa melalui St Ignatius adalah mengikuti ajakannya: rajin menerima sakramen (tobat dan Ekaristi).

Air Ignatius dapat diminta pada beberapa pastoran-pastoran Yesuit (misalnya paroki Kotabaru, Purbayan). Jangan lupa memberikan kesaksian apabila Anda menemukan terkabulnya novena atau doa permohonan dengan Air Ignatius.

Mari kita mendekati sarana ini dalam iman, dan memohon agar kehendak-Nya yang ilahi dan sempurna menjadi nyata dalam hidup kita, terutama mereka yang meminum air ini.

(note: tidak ada biaya apa pun untuk Air Ignatius, ini pelayanan iman cuma-cuma)

medal-st-ignatius
Medali St. Ignatius Loyola