Syukur atas Tahbisan Imam Yesuit 2017

Syukur atas Tahbisan Imam Yesuit 2017

Sahabat, Serikat Yesus Indonesia berbahagia menyambut enam imam baru. Uskup baru KAS bertindak sebagai selebran utama. Perayaan Ekaristi diadakan di Gereja St Antonius Kotabaru. Ekaristi tahbisan imam dengan tema “Berkat rahmat dan kasih-Nya, kutebarkan jala” ini memiliki beberapa keunikan, misalnya:

  1. Dihadiri oleh Pater Jenderal Arturo Marcelino Sosa Abascal SJ yang datang dari Kantor Pusat SJ di Roma, Italia
  2. Ini adalah pertama kalinya Mgr Robertus Rubiyatmoko memimpin perayan tahbisan imam
  3. Pertama kali tahbisan imam SJ disiarkan secara live streaming
  4. Keenam imam baru berasal dari 6 keuskupan yang berbeda (Tanjungkarang, Jakarta, Bogor, Purwokerto, Semarang, dan Surabaya)
  5. Koor tahbisan imam ialah anak-anak SD Kanisius di Yogyakarta. Bahkan, anak-anak ini menyanyikan lagu dalam empat bahasa (Jawa, Indonesia, Inggris, dan Spanyol).

Begitu lagu pembukaan dinyanyikan, arakan petugas disambut dengan lagu “Srenenge Nyunar”. Anak-anak SDK bernyanyi dengan sangat riang membuat suasana sangat cair dan gembira.

Homili Mgr Rubi disampaikan dengan sangat menarik. Ia menekankan keunikan-keunikan misa ini sekaligus mendukung komitmen para imam muda untuk mencari dan menyelamatkan orang yang hilang, tersingkir – yang mirip dengan motto uskup Rubiyatmoko., “Quaerere et salvum facere.”  Sebelum berkat perdana para imam,  Romo Jenderal SJ memberi sambutan yang berisi ajakan agar para imam jangan takut bertolak tempat yang dalam.

Romo Provinsial Sunu Hardiyanta memberi sambutan dan pengutusan imam baru.

Terakhir, Romo Panamokta mengucapkan terima kasih mewakili lima temannya. Seluruh undangan melanjutkan ekaristi dengan ramah tamah di halaman Kolsani.

Seluruh dekorasi gereja dirancang dengan warna dominan biru. Di halaman Kolsani, bahkan dipasang perahu sungguhan sepanjang 8,5 meter. Ini menggambarkan dunia panggilan St Petrus yang dipanggil di tengah kesibukan danau Galilea. Kisah panggilan St. Petrus menarik perhatian imam baru (Luk 5:1-11). Nuansa pergulatan insani Petrus, sebagai manusia biasa, sangat mencolok. Bercampur dengan rasa letih, berjerih payah, dan kadang merasa tidak ada tangkapan, Petrus diminta bertolak lebih ke tengah danau dan menebarkan jala. Karena Yesus sendirilah yang menyuruhnya menebarkan jala, maka ia melakukannya juga. Tidak ada jalan lain bagi Petrus kecuali menyerahkan diri kepada belas kasih Tuhan dengan seluruh dirinya, termasuk kelemahan dan kedosaannya. Berkat penyerahan diri itu, ia dipercayai oleh Tuhan sebagai penjala manusia, membantu jiwa-jiwa (ayudar a las almas).
Adapun penugasan bagi para imam ialah sebagai berikut:

  1. Romo Antonius Dhimas Hardjuna SJ, diutus ke Paroki St Anna Duren Sawit Jakarta Timur, Keuskupan Agung Jakarta.
  2. Romo Ferdinandus Tuhu Jati Setya Adi SJ, diutus ke Paroki St Servasius Kampung Sawah Bekasi, Keuskupan Agung Jakarta.
  3. Romo Gerardus Hadian Panamokta SJ, diutus ke Kolese Gonzaga, Keuskupan Agung Jakarta.
  4. Romo Stephanus Advent Novianto SJ, diutus ke Paroki St Maria Tangerang, Keuskupan Agung Jakarta.
  5. Romo Thomas Septi Widhiyudana SJ  diutus ke Paroki St. Isidorus Sukorejo, Keuskupan Agung Semarang.
  6. Romo Thomas Surya Awangga Budiono SJ, diutus ke Paroki St Yusuf Ambarawa, Keuskupan Agung Semarang.

Terima kasih kepada setiap pribadi yang telah mendukung rangkaian perayaan tahbisan imam hari ini. Kiranya Rahmat Allah berlimpah bagi pelayanan para romo muda ini. Semoga panggilan imam, bruder, suster di Indonesia semakin subur.


Foto-foto oleh Harry Setianto Sunaryo SJ. Teks oleh Surya Awangga SJ.

Profil singkat para Imam baru dapat diakses di sini.