Mengenal Latihan Rohani

Latihan Rohani Santo Ignatius Loyola adalah kumpulan doa dan meditasi serta “manual” untuk membangun hidup rohani yang disusun oleh Santo Ignatius Loyola. Latian Rohani disusun selama masa-masa formatif pembentukan hidup rohani Santo Ignatius Loyola (tahun 1522-1524).

Kumpulan doa, meditasi, dan teknik latihan rohani ini lazimnya dijalankan selama 28 hari s/d 30 hari dalam retret tertutup. Latihan Rohani bertujuan untuk membangun dan memperdalam relasi iman personal pada Yesus melalui misteri kelahiran, kehidupan, karya, sengsara dan kebangkitan-Nya.

Dalam Latihan Rohani ini setiap orang diajak untuk merenungkan beberapa aspek penting dalam iman Kristiani seperti: penciptaan, dosa, pengampunan, panggilan, pelayanan, dan juga hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus.

Dengan dibimbing oleh seorang pembimbing rohani (biasanya adalah seorang Jesuit), setiap orang lewat latihan-latihan rohani dibantu untuk mencapai kebebasan spiritual, dan kemampuan untuk menemukan kehendak Tuhan dalam hidupnya dan bertindak atas dasar roh dan cinta Tuhan yang diterimanya.

Latihan Rohani Santo Ignatius merupakan bagian penting dari pendidikan seorang Jesuit. Dalam masa Novisiat, seorang Novis (calon) Jesuit wajib melakukan Latihan Rohani Santo Ignatius ini (Retret Agung) selama 30 hari. Namun demikian Latihan Rohani ini tidak hanya untuk para Jesuit atau kaum relijius (imam, bruder, suster dan frater). Sudah cukup banyak kaum awam yang mendalami dan menekuni Latihan Rohani Santo Ignatius.

Walaupun Latihan Rohani Santo Ignatius didesain untuk dilakukan secara tertutup (Retret Tertutup), Latihan Rohani tersebut dapat juga dilakukan dalam hidup sehari-hari, tentunya tetap dengan bimbingan seorang pembimbing rohani.

Dalam Latihan Rohani selama 30 hari, ada berbagai meditasi yang dilakukan setiap hari berkaitan dengan Manusia dan Dunia, Psikologi hidup manusia sebagaimana dipahami Santo Ignatius, serta Relasi personal dengan Tuhan.

Dalam prosesnya, Latihan Rohani ini dibagi dalam 4 bagian besar (4 Minggu) dengan tema pokok sebagai berikut: Dosa, Misteri Hidup Yesus, Kisah Sengsara Yesus, dan Kebangkitan Yesus.

Setiap hari pembimbing rohani memberikan bahan latihan rohani, lalu ada wawancara bersama yang merupakan refleksi bersama atas proses doa/latihan rohani yang dijalani dalam 4 s/d 5 kali doa/latihan yang dilakukan selama 1 hari (masing-masing selama kurang lebih 1 jam).

Proses Latihan Rohani ini merupakan sebuah proses dimana seseorang pada akhirnya mampu memahami bagaimana pengalaman-pengalaman rohani yang dialami dalam doa dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pengalaman spiritual dalam Latihan Rohani menjadi sangat berguna dalam hidup sehari-hari.

Kemampuan untuk membedakan gerak roh, mencari kehendak Tuhan dan semata-mata mengarahkan hidup kita kepada kehendak-Nya merupakan hal-hal pokok yang ingin dicapai dalam pengalaman Latihan Rohani Santo Ignatius.

Catatan: Artikel ini dikutip dengan penyesuaian dari Latihan Rohani.