Tahapan Latihan Rohani

Sebagai satu rangkaian yang terpisahkan, Latihan Rohani dibagi menjadi beberapa tahapan. Pada bagian Pendahuluan atau lazim disebut “Asas dan Dasar” (Principium et Fundamentum), peserta Latihan Rohani diajak merenungkan tujuan hidup manusia. Para peserta dibimbing oleh seorang Jesuit  untuk merenungkan dan menimbang-nimbang berbagai macam sarana untuk mencapai tujuan itu.

Sikap lepas bebas

Di sini kita diperkenalkan dengan sikap batin baru yakni semangat tidak mau terikat oleh apapun yang dalam bahasa Spiritualitas Ignatian sering disebut sebagai Sikap Lepas Bebas (Indifferent). Agar kita menjadi lebih “rohani”, maka kita diajak untuk berani bersikap dan bersemangat lepas bebas terhadap semua sarana dan dihantar bagaimana seharusnya memilih sarana-sarana tertentu namun yang lebih mendukung ke arah tujuan hidup manusia.

Minggu Pertama

Kita diajak  menyadari situasi keberdosaan kita sebagai manusia yang lemah dari segala godaan akan takhta, kemakmuran dan kenikmatan duniawi. Meski demikian, retret juga mengajak kita menyadari bagaimana Tuhan tetap mencintainya kita kendati berdosa.

Diharapkan dalam permenungan-permenungan selama Minggu Pertama ini, peserta Latihan Rohani tidak hanya dibawa pada kesadaran akan dosa dan segala akibatnya. Lebih dari itu, para peserta dituntun oleh Roh Kudus untuk meningkatkan kesadaran batin yang mendalam akan cinta kasih Tuhan. Kesadaran ini menjadi landasan kuat untuk memasuki tahapan berikutnya yakni Minggu Kedua yakni berani menjawab ajakan dan panggilan Tuhan.

Minggu Kedua

Pada tahapan ini, para peserta Latihan Rohani dituntun oleh pembimbing rohani untuk merenungkan hidup Yesus secara historis sebagai manusia. Ajakan ini didasari pada visi Yesus yang memanggil manusia untuk mewartakan Kerajaan Allah di dunia. Jalan yang ditempuh dalam pergumulan ini adalah jalan kemiskinan, kerendahan hati, berani menderita demi melawan “kerajaan setan”. Jika orang sungguh mau berjuang, maka juga siap untuk menderita bersama Yesus. Kesiapan batin ini menjadi modal dasar untuk memasuki tahapan berikutnya.

Minggu Ketiga

Para peserta Latihan Rohani diajak melalui bimbingan intensif pembimbing rohani untuk kembali menyadari bahwa salib dan penderitaan adalah konsekuensi tak terelakkan dari pilihan hidupnya untuk mengikuti Yesus. Dengan memasuki dinamika perasaan akan penderitaan, setiap pribadi juga akan siap masuk dalam kemuliaan dan kegembiraan Yesus yang dijanjikan pada tahan berikutnya.

Minggu Keempat

Para peserta Latihan Rohani diajak berkontemplasi mengenai peristiwa kebangkitan Yesus dari alam maut. Permenungan ini membawa kita pada sebuah harapan, mengikuti Yesus tidak berhenti pada salib melainkan kebangkitan.

Latihan Akhir

Sebelum kita merampungkan retret, maka muncul pertanyaan penting: bagaimana kita harus hidup selanjutnya?

Latihan ini menjadi semacam “jembatan” agar kita bisa kembali  ke realitas hidup yang nyata namun dengan membawa semangat baru yakni Kasih.

Ignatius de Loyola melalui Latihan Rohani menuntun ke arah Kontemplasi untuk Mendapatkan Cinta. Di sini setiap pribadi dilatih untuk merasakan dalam iman; bahwa segala sesuatu merupakan pancaran kasih Tuhan serta diharapkan mampu menemukan Tuhan dalam segala hal; Tuhan yang tak lain adalah Sang Kasih itu sendiri. Dengan demikian, manusia diharapkan mau menyerahkan diri untuk dikuasai oleh cinta Allah.

Catatan: Artikel ini dikutip dengan penyesuaian dari “Asas & Dasar” dan “Minggu” dan “What Are the Spiritual Exercises?”.