Formasi Jesuit

Seseorang dapat dikatakan menjadi seorang Jesuit apabila telah menyelesaikan dua tahun novisiat dan kemudian mengikrarkan kaul pertamanya, yaitu Kaul Kemiskinan, Kaul Kemurnian dan Kaul Ketaatan.

Masa-masa setelah masa formasi di novisiat diwarnai dengan program pendidikan yang bervariasi. Tujuannya adalah dalam rangka mempersiapkan diri para Jesuit untuk masuk dan menjalani tugas pelayanan yang beranekaragam.

Pembinaan atau formasi dalam Serikat Yesus dilakukan secara berkesinambungan (on going formation), sehingga hidup seorang Jesuit selain karya perutusannya selalu terkait dengan studi. Setelah menyelesaikan masa formasi di Novisiat, seorang Jesuit muda meneruskan pembinaannya melalui beberapa tahapan.

Secara umum berikut adalah tahapan formasi/pembinaan dalam Serikat Yesus:

  • Novisiat
  • Yuniorat
  • Studi Filsafat
  • Tahun Orientasi Kerasulan
  • Studi Teologi (bagi calon Imam) atau Studi Khusus (bagi Bruder)
  • Tersiat

Gambaran umum durasi formasi seorang Jesuit:

Bruder

  • 2 tahun Novisiat dan Kaul Pertama
  • 2 s/d 4 tahun studi Filsafat dan Teologi
  • 2 tahun Orientasi Karya
  • 2 s/d 4 tahun studi khusus penunjang kerasulan
  • 6 s/d 8 bulan Tersiat
  • Kaul Akhir

Imam

  • 2 tahun Novisiat dan Kaul Pertama
  • 4 tahun studi Filsafat bagi lulusan SMA, 2 tahun studi Filsafat bagi lulusan S1
  • 2 tahun  Orientasi Kerasulan
  • 3 s/d 4 tahun studi Teologi
  • Tahbisan Imam
  • 6 s/d 8 bulan Tersiat
  • Kaul Akhir

Masa Novisiat ditempuh dalam kurun waktu 2 tahun, sedangkan untuk tahapan selanjutnya bervariasi pada setiap Jesuit. Namun rata-rata, seorang Imam Jesuit menjalani lebih kurang 12 tahun masa formasi sebelum akhirnya menerima sakramen Imamat sebagai seorang Imam (atau dalam tradisi Katolik di Indonesia, para Imam kerap disebut sebagai Romo, Pastor, Pater atau Padre).

Lokasi formasi Jesuit di Indonesi terletak di beberapa tempat:

  • Novisiat Serikat Yesus; Novisiat St Stanislaus, terletak di Girisonta, Ungaran di Jawa Tengah
  • Studi Filsafat; Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara di Jakarta
  • Studi Teologi; Fakultas Teologi (FT) Wedhabakti Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta

Secara umum, semua Jesuit diwajibkan menjalani studi Filsafat dan Teologi, terutama bagi para Jesuit yang merupakan calon Imam. Sedangkan bagi para Jesuit yang menjadi seorang Bruder; setelah menyelesaikan masa Novisiat dan Yuniorat, dapat menempuh pendidikan Filsafat dan Teologi atau dapat juga menjalani perutusan studi khusus, sesuai dengan kebutuhan Serikat Yesus, Gereja dan tugas yang akan dilaksanakannya.

Studi khusus tidak hanya berlaku bagi para Bruder, melainkan juga berlaku bagi para Imam Jesuit. Walaupun seorang Jesuit telah menjadi seorang Imam, namun tidak tertutup kemungkinan Jesuit tersebut mendapatkan perutusan untuk menempuh studi khusus untuk mendalami bidang-bidang tertentu.

Studi khusus bisa dalam bidang apa saja, seperti teknologi informasi, ilmu pendidikan, ekonomi dan keuangan, manajemen, ilmu pengetahuan (biologi, fisika, matematika, bahasa, dll), jurnalistik, perfilman, seni, dan lain-lain.