Siapakah Jesuit itu?

Jesuit (Yesuit dalam bahasa Indonesia) adalah sebutan bagi para anggota Serikat Yesus.

Ada Jesuit yang menjadi seorang Imam adapula Bruder. Juga ada Yesuit yang merupakan para skolastik (frater) yang sedang belajar dalam proses pembinaa dan pendidikan sebagai calon imam dan bruder.

Para Imam Jesuit, adalah mereka yang menerima  tahbisan Imamat dalam Gereja Katolik. Para Imam memiliki tugas yang erat kaitannya dengan pelayanan sakramental, walaupun tidak harus selalu berkarya di paroki, melainkan juga dalam bidang lain-lain.

Para Bruder Jesuit (dari bahasa Belanda broeder yang berarti ‘saudara lelaki’) adalah nama panggilan bagi seorang rohaniwan Katolik awam (tidak ditahbiskan). Sama seperti para Imam; para Bruder Jesuit juga tidak harus selalu berkarya di paroki.

Apa yang dikerjakan para Jesuit?

Karya para Jesuit sangat beragam. Ada Jesuit yang menjalankan karya kerohanian dan pastoral di paroki dan pelayanan retret/bimbingan rohani. Ada yang mendapatkan perutusan dalam bidang pendidikan (sekolah dan universitas). Ada juga Jesuit yang berkarya sebagai dalang, ahli hukum, psikolog, konselor, ilmuwan dan peneliti (sosial, matematika, fisika, biologi, dll), dokter/perawat, sutradara, penulis, teolog, filsuf, wartawan, seniman, dan lain sebagainya. Singkatnya, para Jesuit mengerjakan banyak hal di aneka bidang.

Melalui karya yang beragam tersebut dan dalam bidang perutusannya masing-masing, para Jesuit mewartakan iman akan Yesus Kristus serta memperjuangkan keadilan yang merupakan tuntutan dasar dari iman yang dihayati tersebut. Para Jesuit selalu berusaha untuk mewujudkan Kerajaan Allah, Citra Allah, Kasih Allah agar menjadi nyata dan dialami oleh semakin banyak orang pada jaman ini. Mereka adalah orang-orang dengan satu tujuan: mewartakan kebaikan kepada dunia.

Para Jesuit adalah pribadi-pribadi yang selalu bergerak, mereka siap berpindah tempat, siap berganti pekerjaan dan juga cara bekerja, sejauh dapat mengembangkan dan berguna bagi pelayanan kepada Allah, Gereja dan dunia. Para Jesuit selalu siap untuk mengerjakan segala sesuatu dan pergi kemanapun untuk mewartakan Kristus dan kabar gembira-Nya dalam berbagai macam cara dan sarana.

Saat ini; para Jesuit juga merangkul siapa saja; laki-laki dan perempuan untuk bersama-sama berbagi visi dan berjuang bersama mewartakan iman dan keadilan.

Para Jesuit beserta rekan awam, di hadapan Tuhan Allah sendiri merenungkan pertanyaan penting dari Latihan Rohani Santo Ignatius sebagaimana diungkapkannya kepada para Jesuit pertama ketika bertumbuh bersama dalam hidup doa dan persahabatan mereka:

  • Apa yang sudah aku perbuat untuk Kristus?
  • Apa yang sedang saya perbuat untuk Kristus?
  • Apa yang akan saya perbuat untuk Kristus?