Tahbisan Diakon Dua Frater Yesuit Provindo

Tahbisan Diakon Dua Frater Yesuit Provindo
Para Sahabat, Dua frater Yesuit Provinsi Indonesia akan ditahbiskan sebagai diakon di Filipina bersama dengan 13 frater lainnya. Tahbisan Diakon akan diadakan pada tanggal 27 Oktober 2018. Dua frater tersebut adalah: 1. Bernadus Christian Triyudo Prastowo, SJ 2. Harry Setianto Sunaryo, SJ Mohon doa dan restu dari para sahabat sekalian. Sumber foto : Facebook Page 

Fransiscus Georgius Josephus van Lith

Pernahkah Anda mendengar tentang seorang Jesuit bernama van Lith? Di Jakarta, namanya diabadikan menjadi pelindung sebuah sekolah menengah pertama di bilangan Gunung Sahari. Di Muntilan, namanya dijadikan nama sekolah menengah atas milik Yayasan Pangudi Luhur. Siapakah dia sebenarnya? Mengapa ada dua sekolah yang menggunakan namanya? Apakah karyanya banyak terkait dengan bidang pendidikan? Franz van Lith 

Jadi Sahabat Yesus, Siapa Takut? : Tahbisan Imam Serikat Yesus 2018

Sahabat, pada hari ini Rabu 25 Juli 2018 Serikat Yesus Indonesia sangat berbahagia karena tahbisan imamat yang diterima lima saudara kami. Ekaristi tahbisan dipimpin oleh Mgr R. Rubiyatmoko, uskup keuskupan agung Semarang, bersama P Sunu Hardiyanta, SJ dan P A. Sugijopranoto SJ.   Para imam baru berikut penugasan mereka adalah: Rama  A. Winaryanta, S.J. (Rama 

Romo Henricus van Opzeeland SJ: 70 Tahun Menjadi Yesuit

Para sahabat, Kami bersyukur karena pada bulan September 2017 ini, kami merayakan 70 tahun Romo Henricus van Opzeeland SJ sebagai Yesuit dan bertepatan pula beliau berumur 88 tahun. Romo Henk, berkenan menceritakan sejarah panggilannya sebagai seorang Imam dalam Serikat Yesus. Dan pengalaman hidupnya sebagai misionaris dan juga seorang Yesuit. Silakan menyaksikan kisah hidupnya di sini   

Celebrating 40 years of Indonesian regents in Micronesia

Celebrating 40 years of Indonesian regents in Micronesia
Ran Allim! Lenwo! Yokwe! Alii! Mogethin! Kaselehlie!   Forty years after he first arrived in Micronesia as a regent, Indonesian Jesuit Fr Martinus Sumarno Darmosuwarno SJ still has strong memories of his two years there.  “Since I was the only scholastic on the island, I learned to be independent, to learn English and to do